Pengaruh Modal Kerja dan Biaya Operasional terhadap Pendapatan Nelayan Tradisional di Distrik Manokwari Utara

Main Article Content

Aplena Dowansiba
Yohanes Damaskus Resi
Nikolina Balia

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh modal kerja dan biaya operasional terhadap pendapatan bersih nelayan tradisional di Distrik Manokwari Utara, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, data dikumpulkan dari 55 responden melalui purposive sampling dengan instrumen kuesioner dan wawancara langsung. Variabel modal kerja (X₁) dan biaya operasional (X₂) diukur dalam satuan rupiah per trip, dan pendapatan bersih (Y) dihitung menggunakan formula π = TR – TC. Analisis regresi linear berganda menunjukkan hasil berikut: (1) modal kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan nelayan (β=0,587; t=5,412; sig=0,000), menjadikannya variabel paling dominan; (2) biaya operasional berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pendapatan bersih (β=−0,324; t=−3,187; sig=0,002), mengkonfirmasi bahwa biaya yang tidak efisien menekan pendapatan; (3) secara simultan keduanya berpengaruh signifikan (F=41,827; sig=0,000; R²=0,645). Komponen biaya terbesar adalah BBM/solar (42,0% dari total biaya operasional), diikuti perbekalan (18,0%) dan es balok (14,0%). Rata-rata modal kerja per trip adalah Rp793.400, biaya operasional Rp568.655, dan pendapatan bersih Rp520.436. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan akses modal kerja nelayan melalui program kredit mikro perikanan serta efisiensi biaya operasional, khususnya melalui subsidi BBM nelayan, sebagai dua instrumen kebijakan yang paling mendesak untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan tradisional di wilayah pesisir Papua Barat.

Article Details

How to Cite
Dowansiba, A., Resi, Y. D. ., & Balia, N. . (2026). Pengaruh Modal Kerja dan Biaya Operasional terhadap Pendapatan Nelayan Tradisional di Distrik Manokwari Utara. JIBEMA: Jurnal Ilmu Bisnis, Ekonomi, Manajemen, Dan Akuntansi, 3(4), 1553–1567. https://doi.org/10.62421/jibema.v3i4.360
Section
Articles

References

Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan nelayan di daerah pesisir Pulau Bungin. (2026). Jejak Digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin.

Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan nelayan di Kecamatan Biaro. Jurnal JBIE UNSRAT.

Analisis pendapatan nelayan di Desa Lumpur Kabupaten Gresik. Jurnal Ilmu Ekonomi UMM.

Analisis pengaruh biaya operasional terhadap pendapatan nelayan di Kabupaten Mimika. Jurnal Kritis STIE Jemma Banda.

Badan Pusat Statistik. (2023). Statistik sumber daya laut dan pesisir 2023. BPS.

Carter, W. K., & Usry, M. F. (2006). Akuntansi biaya (Edisi 13, Terjemahan). Salemba Empat.

Fauzi, A. (2010). Ekonomi perikanan: Teori, kebijakan, dan pengelolaan. Gramedia Pustaka Utama.

Firth, R. (1966). Malay fishermen: Their peasant economy (2nd ed.). Routledge & Kegan Paul.

Ghozali, I. (2018). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS 25 (Edisi 9). Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Gordon, H. S. (1954). The economic theory of a common-property resource: The fishery. Journal of Political Economy, 62(2), 124–142.

Hanafi, M. M., & Halim, A. (2016). Analisis laporan keuangan (Edisi 5). UPP STIM YKPN.

Imron, M. (2003). Kemiskinan dalam masyarakat nelayan. Jurnal Masyarakat dan Budaya, 5(1), 63–82.

Kasmir. (2017). Analisis laporan keuangan. Rajawali Pers.

Klara, A., & Arrang, S. (2023). Analisis pendapatan nelayan dan distribusi pemasaran ikan cakalang di Kota Jayapura. JUMABIS: Jurnal Manajemen & Bisnis.

Konoralma, C., Masinambow, V., & Londa, V. (2020). Analisis faktor yang memengaruhi pendapatan nelayan tradisional di Kelurahan Tumumpa. Jurnal Pembangunan Pesisir, 2(1), 15–27.

Mubyarto. (1985). Nelayan dan kemiskinan: Studi ekonomi antropologi di dua desa pantai. Rajawali.

Mulyadi. (2015). Akuntansi biaya (Edisi 5). UPP STIM YKPN.

Nicholson, W., & Snyder, C. (2012). Microeconomic theory: Basic principles and extensions (11th ed.). South-Western Cengage Learning.

Pusung, D. M., Kumenaung, A. G., & Rorong, I. P. F. (2022). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan nelayan di Kecamatan Amurang. Berkala Ilmiah Efisiensi, 22(2), 76–89.

Riyanto, B. (2015). Dasar-dasar pembelanjaan perusahaan (Edisi 4). BPFE.

Samuelson, P. A., & Nordhaus, W. D. (2010). Economics (19th ed.). McGraw-Hill.

Satria, A. (2015). Pengantar sosiologi masyarakat pesisir. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sukirno, S. (2016). Mikro ekonomi: Teori pengantar (Edisi 3). Rajawali Pers.

Wahyono, A., Satria, A., & Mudzakir, A. K. (2021). Pemberdayaan masyarakat nelayan. Media Pressindo.

Wiyono, E. S. (2016). Efisiensi teknis usaha perikanan nelayan skala kecil: Studi kasus di Kabupaten Demak. Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 11(2), 139–151.