Pengaruh Risk Profile, Good Corporate Governance, Earnings, dan Capital terhadap Financial Distress

Main Article Content

adeAde Irma Agustian
Siti Sundari

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Risk Profile, Good Corporate Governance (GCG), Earnings, dan Capital terhadap Financial Distress pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021-2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan verifikatif. Sampel penelitian terdiri atas 44 perusahaan perbankan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan perusahaan yang dipublikasikan melalui Bursa Efek Indonesia dan situs resmi masing-masing bank. Analisis data dilakukan menggunakan regresi logistik biner untuk menguji pengaruh masing-masing variabel independen terhadap Financial Distress yang diukur menggunakan model Springate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Risk Profile yang diproksikan dengan Non Performing Loan (NPL) berpengaruh signifikan terhadap Financial Distress. Good Corporate Governance (GCG) tidak berpengaruh signifikan terhadap Financial Distress. Earnings yang diproksikan dengan Return on Assets (ROA) berpengaruh signifikan terhadap Financial Distress. Capital yang diproksikan dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) juga berpengaruh signifikan terhadap Financial Distress. Temuan penelitian diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi manajemen perbankan, investor, dan regulator dalam mendeteksi potensi Financial Distress sejak dini melalui indikator kesehatan bank berdasarkan pendekatan RGEC.

Article Details

How to Cite
Agustian, adeAde I. ., & Sundari, S. . (2026). Pengaruh Risk Profile, Good Corporate Governance, Earnings, dan Capital terhadap Financial Distress. JIBEMA: Jurnal Ilmu Bisnis, Ekonomi, Manajemen, Dan Akuntansi, 4(1), 2213–2222. https://doi.org/10.62421/jibema.v4i1.554
Section
Articles

References

Adis, A. N. K., Ellyawati, N., & Sutrisno, S. (2023). Analisis Kinerja Keuangan Dengan Menggunakan Metode Camel Pada Pt. Bpd Kaltim Kaltara Periode 2017-2021. Jurnal Edueco, 6(1). https://doi.org/10.36277/edueco.v6i1.163

Ananda, F., & Siregar, I. (2025). Komparasi Kinerja Keuangan Menggunakan Metode Camel pada Bank Konvensional dan Bank Digital Tahun 2021-2024 Selama Masa Pandemi dan Transisi Pandemi Covid-19 Fidela. Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah, 7, 4165–4175. https://doi.org/10.47467/alkharaj.v7i10.9708

Azis. (2024). Bank Neo Commerce Derita Defisit Sebesar Rp2,3 Triliun Pada Tahun 2023. Pasar Dana.

Ferdiansyah, F., & Widyarti, E. T. (2022). Analysis of CAMEL ratio on financial distress banking companies in Indonesia. Diponegoro International Journal of Business, 5(1), 47–56. https://doi.org/https://doi.org/10.14710/dijb.5.1.2022.47-56

Ghozali, I. (2021). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 26.

Ginting, D., & Mawardi, W. (2021). Analisis Pengaruh Rasio CAMEL dan Firm Size Terhadap Financial Distress Pada Perusahaan Perbankan di Indonesia. Diponegoro Journal of Management, 10, 1–11.

Hayati, M. F., Blongkod, H., Mahmud, M., Program, A. S., & Gorontalo, U. N. (2025). CAMEL Ratings and Bank Financial Distress Risk: Evidence from 2019 – 2023. E-Jurnal Akuntansi, 35 No. 5, 1701–1715. https://doi.org/10.24843/EJA.2025.v35.i05.p14

Mahardini, N., Santi, O., & Umdiana, N. (2024). Determinan Financial Distress: Studi Pada Perbankan Konvensional di Indonesia. Jurnal Akuntansi Manajemen, 3, 49–60.

Marsenne, M., Ismail, T., Taqi, M., & Hanifah, I. A. (2024). Financial distress predictions with Altman, Springate, Zmijewski, Taffler, and Grover models. Licensee Growing Science, Canada, 13, 181–190. https://doi.org/10.5267/dsl.2023.10.002

Pratiwi, T. S., Hidayat, M., & Siregar, M. I. (2022). Pengaruh Rasio Camel Terhadap Financial Distress Pada Perusahaan Perbankan di Indonesia Sejumlah bisnis , terutama sejumlah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia ( BEI ) untuk sawah , tutup akibat perubahan kondisi ekonomi yang berd. 1, 335–344.

Qur’anna, W. W., & Isabanah, Y. (2021). Pengaruh rasio camel dan faktor makroekonomi terhadap kondisi financial distress pada bank busn non devisa tahun 2014- 2019. Jurnal Ilmu Manajemen, 9(2), 451–466.

Ramadhani, N. H. N., & Purwanto, A. (2025). Analisis Tingkat Kesehatan Bank Syariah dengan Metode RGEC dan Financial Distress. Diponegoro Journal of Accounting, 14(2020), 1–14.

Sary, M. (2025). Belum Pernah Untung Sejak Diakuisisi, Rugi KB Bank Naik Jadi Rp 6,33 Triliun. Financial Review. https://www.financialreview.id/korporasi/63414777846/rugi-bersih-di-2024-membengkak-defisit-kb-bank-melonjak-jadi-rp2104-triliun

Shodik, J. (2025, April 20). Susut 67 persen, Bank Aladin (BANK) 2024 Boncos Rp73,72 Rupiah. Emiten News. https://emitennews.com/news/susut-67-persen-bank-aladin-bank-2024-boncos-rp7372-miliar

Situmorang, M., Friyani, R., & Olimsar, F. (2025). Comparative Financial Performance Analysis of Digital Banks in Indonesia. Jurnal Cakrawala Akuntansi, 17, 182–192.