Dampak Inklusi Keuangan Digital dan Kredit UMKM terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Dampak Inklusi Keuangan Digital dan Kredit UMKM terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Main Article Content

Jovita Angelita Putri
Fauzul Adzim

Abstract

Transformasi sistem pembayaran digital dan perluasan akses kredit produktif bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan dua pilar strategi inklusi keuangan yang gencar didorong pemerintah dan Bank Indonesia satu dekade terakhir, namun bukti empiris mengenai kontribusi keduanya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional secara simultan masih terbatas, khususnya yang memperhitungkan dinamika jangka pendek dan jangka panjang secara bersamaan. Penelitian ini menganalisis pengaruh inklusi keuangan digital (diproksikan nilai transaksi uang elektronik, termasuk QRIS) dan inklusi keuangan produktif (diproksikan penyaluran kredit UMKM perbankan) terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, dengan BI Rate sebagai variabel kontrol makroekonomi, menggunakan data kuartalan periode 2015–2025 (44 observasi) dan pendekatan Autoregressive Distributed Lag (ARDL) bounds testing. Hasil uji akar unit menunjukkan campuran ordo integrasi I(0) dan I(1) yang membenarkan penggunaan ARDL. Uji batas kointegrasi mengonfirmasi keberadaan hubungan jangka panjang yang stabil antarvariabel. Temuan menunjukkan kredit UMKM berpengaruh positif dan sangat signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi baik pada jangka panjang maupun pendek, BI Rate berpengaruh negatif sebagaimana diprediksi teori, sedangkan transaksi uang elektronik belum menunjukkan pengaruh yang signifikan secara statistik meskipun arah pengaruhnya positif. Koefisien koreksi kesalahan bersifat negatif dan signifikan, mengindikasikan proses penyesuaian menuju keseimbangan jangka panjang berjalan relatif cepat. Temuan ini mengimplikasikan bahwa perluasan akses kredit produktif tetap menjadi motor penggerak pertumbuhan yang lebih terbukti dibandingkan sekadar perluasan volume transaksi digital, sehingga kebijakan inklusi keuangan digital perlu diarahkan agar benar-benar bermuara pada penciptaan kapasitas produktif UMKM, bukan sekadar peningkatan volume transaksi semata.

Article Details

How to Cite
Putri, J. A. ., & Adzim, F. . (2026). Dampak Inklusi Keuangan Digital dan Kredit UMKM terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Dampak Inklusi Keuangan Digital dan Kredit UMKM terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia. JIBEMA: Jurnal Ilmu Bisnis, Ekonomi, Manajemen, Dan Akuntansi, 4(1), 2611–2629. https://doi.org/10.62421/jibema.v4i1.676
Section
Articles

References

Amalia, B., & Santoso, R. P. (2022). Pengaruh uang elektronik terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia tahun 2011-2020. Jurnal Kebijakan Ekonomi dan Keuangan, 1(2), 233–239. https://doi.org/10.20885/JKEK.vol1.iss2.art11

Barata, A. (2019). Strengthening national economic growth and equitable income through sharia digital economy in Indonesia. Journal of Islamic Monetary Economics and Finance, 5(1), 145–168. https://doi.org/10.21098/jimf.v5i1.1053

Beck, T., & Demirguc-Kunt, A. (2006). Small and medium-size enterprises: Access to finance as a growth constraint. Journal of Banking & Finance, 30(11), 2931–2943. https://doi.org/10.1016/j.jbankfin.2006.05.009

Chinoda, T., & Kapingura, F. M. (2024). Digital financial inclusion and economic growth in Sub-Saharan Africa: The role of institutions and governance. African Journal of Economic and Management Studies, 15(1), 15–30. https://doi.org/10.1108/AJEMS-09-2022-0372

Choung, Y., Chatterjee, S., & Pak, T.-Y. (2023). Digital financial literacy and financial well-being. Finance Research Letters, 58, 104438. https://doi.org/10.1016/j.frl.2023.104438

Dinh, T. T.-H., Vo, D. H., The Vo, A., & Nguyen, T. C. (2019). Foreign direct investment and economic growth in the short run and long run: Empirical evidence from developing countries. Journal of Risk and Financial Management, 12(4), 176. https://doi.org/10.3390/jrfm12040176

Erika, & Sasana, H. (2022). Effect analysis of FDI, exports, exchange rates, on Indonesia's economic growth 1991-2020. Journal of Humanities, Social Sciences and Business (JHSSB), 2(1), 1–17. https://doi.org/10.55047/jhssb.v2i1.362

Erlando, A., Riyanto, F. D., & Masakazu, S. (2020). Financial inclusion, economic growth, and poverty alleviation: Evidence from eastern Indonesia. Heliyon, 6(10), e05235. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2020.e05235

Fatmawati, F. (2024). Effect of QRIS use on MSME business income. Advances in Economics and Financial Studies, 2(3), 213–224. https://doi.org/10.60079/aefs.v2i3.255

Fernandes, C., Borges, M. R., & Caiado, J. (2021). The contribution of digital financial services to financial inclusion in Mozambique: An ARDL model approach. Applied Economics, 53(3), 400–409. https://doi.org/10.1080/00036846.2020.1808177

Hasan, M., Le, T., & Hoque, A. (2021). How does financial literacy impact on inclusive finance? Financial Innovation, 7(1), 40. https://doi.org/10.1186/s40854-021-00259-9

Hasan, M. M., Abu Sayem, M., & Hossain, B. S. (2024). Resolving the paradox: How mobile money drives economic growth through financial inclusion. Heliyon, 10(19), e38755. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2024.e38755

Hidthiir, M. H. bin, Ahmad, Z., Junoh, M. Z. M., & Yusof, M. F. bin. (2024). Dynamics of economic growth in ASEAN-5 countries: A panel ARDL approach. Discover Sustainability, 5(1), 216. https://doi.org/10.1007/s43621-024-00351-x

Kasri, R. A., Indrastomo, B. S., Hendranastiti, N. D., & Prasetyo, M. B. (2022). Digital payment and banking stability in emerging economy with dual banking system. Heliyon, 8(11).

King, R. G., & Levine, R. (1993). Finance and growth: Schumpeter might be right. The Quarterly Journal of Economics, 108(3), 717–737. https://doi.org/10.2307/2118406

Mashabi, M., & Wasiaturrahma, W. (2021). Electronic based payment systems and economic growth in Indonesia. Jurnal Ilmu Ekonomi Terapan, 6(1), 97–111. https://doi.org/10.20473/jiet.v6i1.26287

Pesaran, M. H., Shin, Y., & Smith, R. J. (2001). Bounds testing approaches to the analysis of level relationships. Journal of Applied Econometrics, 16(3), 289–326. https://doi.org/10.1002/jae.616

Purwatiningsih, A. P., Fitria, S., Indriani, A., & Kuriawan, C. S. (2025). Adoption of QRIS digital payment in Indonesia and Malaysia: A technology acceptance and knowledge perspective. International Journal of Innovative Research and Scientific Studies, 8(6), 704–713. https://doi.org/10.53894/ijirss.v8i6.9670

Sarma, M. (2008). Index of financial inclusion (Working Paper No. 215). Indian Council for Research on International Economic Relations.

Sholihah, E., & Nurhapsari, R. (2023). Percepatan implementasi digital payment pada UMKM: Intensi pengguna QRIS berdasarkan Technology Acceptance Model. Nominal: Barometer Riset Akuntansi dan Manajemen, 12(1), 1–12. https://doi.org/10.21831/nominal.v12i1.52480

Tee, H. H., & Ong, H. B. (2016). Cashless payment and economic growth. Financial Innovation, 2(1), 4. https://doi.org/10.1186/s40854-016-0023-z