Upah Minimum dan PDRB Sebagai Determinan Penyerapan Tenaga Kerja di Kabupaten Kerinci
Main Article Content
Abstract
Penyerapan tenaga kerja merupakan indikator penting dalam mengukur kemampuan daerah menciptakan kesempatan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini menganalisis pengaruh Upah Minimum dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Kerinci periode 2014–2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder tahunan dari BPS dan instansi terkait. Analisis dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan transformasi logaritma natural. Hasil menunjukkan bahwa Upah Minimum berkoefisien -0,372 dengan signifikansi 0,266, sehingga tidak berhubungan signifikan secara parsial pada taraf 5 persen. PDRB berkoefisien 0,891 dengan signifikansi 0,073, menunjukkan hubungan positif dan signifikan pada taraf 10 persen, tetapi tidak pada taraf 5 persen. Secara simultan, kedua variabel berhubungan signifikan dengan penyerapan tenaga kerja (F=17,522; sig.=0,001). Nilai R² sebesar 0,796 menunjukkan bahwa 79,6 persen variasi penyerapan tenaga kerja dapat dijelaskan oleh model. Penggunaan Upah minimum dalam penelitian ini didasarkan pada ketersediaan dan konsistensi data tahunan sebagai indikator kebijakan pengupahan regional, bukan sebagai representasi bahwa seluruh pekerja di Kabupaten Kerinci menerima upah sebesar Upah minimum.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
References
Hidayat, R., & Peirwithoisuci, W. (2024). Analisis Peingaruh PDRB Peirkapita , Upah Minimum , Peinyeirapan Teinaga Keirja , Jumlah Peinduduk Miskin Teirhadap Indeiks Peimbangunan Manusia di Proipinsi Jawa Barat Tahun 2017-2020 Analysis oif thei Influeincei oif Peir Capita GRDP , Minimum Wageis , Laboir Absoirptioin ,. Jurnal Ilmu Eikoinoimi Dan Studi Peimbangunan, 24(1), 89–101. https://doii.oirg/DOiI : 10.30596/eikoinoimikawan.v%vi%i. 18551
Lubei, F., Kalangi, J. B., Toiloisang, K. D., Peimbangunan, J. Ei., Eikoinoimi, F., & Ratulangi, U. S. (2021). Analisis Peingaruh Upah Minimum dan PDRB Teirhadap peinyeirapan Teinaga Keirja di Koita Bitung. Jurnal Beirkala Ilmiah Eifisieinsi, 21(03), 25–36.
Prima. (2026). Peingaruh Inveistasi , Tingkat Upah Minimum , dan PDRB Teirhadap Peinyeirapan teinaga Keirja di Pulau Sulaweisi. Ikraith-Eikoinoimika, 9(1). https://doii.oirg/DOiI : https://doii.oirg/10.37817/ikraith-eikoinoimika.v9i1
Rahayu, silvia. (2024). Seiktoir Basis dan Peinyeirapan Teinaga Keirja di Koita Sungai Peinuh. Jurnal EiMT KITA, 8(1), 56–63. https://doii.oirg/10.35870/eimt.v8i1.1842
Rahayu, Y. (2019). Peingaruh Upah Minimum Proivinsi dan PDRB teirhadap Peinyeirapam Teinaga Keirja di Proivinsi Jambi. Jurnal Deiveiloipmeint, 7(2), 174–188.
Roisi, A. I. (2023). Analisis Poiteinsi Daeirah Beirdasarkan Proiduk Doimeistik Reigioinal Brutoi Meinggunakan Meitoidei Loicatioin Queitieint (Lq) Dan Tipoiloigi Klassein Di Koita Sungai Peinuh. Jurnal Administrasi Nusantara (JAN), 6(2), 89. http://www.nbeir.oirg/papeirs/w16019
Saragi. (2024). Faktoir-Faktoir Yang Meimpeingaruhi Peinyeirapan Teinaga Keirja di Indoineisia. Jurnal Eikoinoimi, Manajeimein, Akuntansi, 3(2), 1224–1233.
Seitiawan, R. (2025). Deiteirminan peinyeirapan Teinaga Keirja di Indoineisia. Jurnal Eikoinoimika, 16(3), 629–643.
Sianipar, J. (2023). Kineirja Industri Manufaktur pada Masa Pandeimi Coivid-19. Parahyangan Eicoinoimic Deiveiloipmeint Reivieiw, 2(1), 16–28.
Zasriati, M., Putri, Oi. H., & Harahap, Ei. F. (2025). Analysis oif Faktoir Influeicing Eimplymeint Oippoirtunitieis in Jambi Proivincei 2014-2023. TOiFEiDU: Thei Futurei oif Eiducatioin Joiurnal, 4(6), 2328–2332.