Analisis Kualitatif Rantai Nilai Komoditas Kelautan Unggulan di Wilayah Pesisir Provinsi Riau: Identifikasi Hambatan dan Distribusi Nilai Tambah Pada Rumput Laut, Tuna, dan Udang

Main Article Content

Anita
Azizah Atiaqsa
Damay Marbun
Ria Wulan Sari
Malika Alya Tasta
Taryono

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis secara kualitatif rantai nilai komoditas kelautan unggulan di wilayah pesisir Provinsi Riau, meliputi rumput laut, tuna, dan udang, dengan mengidentifikasi aktor, alur distribusi, hambatan, serta distribusi nilai tambah pada setiap tahapan rantai nilai. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui analisis statistik kelautan dan perikanan Provinsi Riau, dokumen pemerintah, serta literatur ilmiah yang relevan. Analisis dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, identifikasi hubungan antaraktor, dan interpretasi distribusi nilai tambah serta hambatan rantai nilai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor kelautan dan perikanan memiliki peran penting dalam perekonomian masyarakat pesisir Riau. Pada 2024, produksi perikanan tangkap mencapai 125.775,57 ton dan budidaya 127.470,63 ton. Udang vaname menunjukkan perkembangan paling kuat, meningkat dari 3.579,23 ton pada 2023 menjadi 5.981,08 ton pada 2024 atau sekitar 67,1%. Hambatan utama meliputi keterbatasan informasi harga dan pasar, rendahnya posisi tawar pelaku hulu, keterbatasan teknologi pascapanen, infrastruktur dan rantai dingin, akses pembiayaan, serta panjangnya jalur distribusi. Nilai tambah cenderung terkonsentrasi pada aktor yang menguasai pengolahan, penyimpanan, distribusi, dan akses pasar. Penguatan kapasitas pelaku hulu, pengolahan lokal, rantai dingin, kelembagaan, dan akses pasar diperlukan untuk meningkatkan nilai tambah masyarakat pesisir.

Article Details

How to Cite
Anita, Atiaqsa, A. ., Marbun, D. ., Sari, R. W. ., Tasta, M. A. ., & Taryono. (2026). Analisis Kualitatif Rantai Nilai Komoditas Kelautan Unggulan di Wilayah Pesisir Provinsi Riau: Identifikasi Hambatan dan Distribusi Nilai Tambah Pada Rumput Laut, Tuna, dan Udang. JIBEMA: Jurnal Ilmu Bisnis, Ekonomi, Manajemen, Dan Akuntansi, 4(2), 4318–4333. https://doi.org/10.62421/jibema.v4i2.879
Section
Articles

References

Ardjosoediro, I., & Goetz, F. (2007). A value chain assessment of the aquaculture sector in Indonesia. Development Alternatives, Inc. (DAI), for the United States Agency for International Development (USAID).

Azizah, F. F. N., Ishihara, H., Zabala, A., Sakai, Y., Suantika, G., & Yagi, N. (2020). Diverse perceptions on eco-certification for shrimp aquaculture in Indonesia. Sustainability, 12(22), 9387. https://doi.org/10.3390/su12229387

Badan Pusat Statistik. (2025). Statistik pelabuhan perikanan 2024. Badan Pusat Statistik.

Badan Pusat Statistik. (2026a). Nilai produksi perikanan budidaya menurut provinsi dan jenis budidaya, 2024. Badan Pusat Statistik.

Badan Pusat Statistik. (2026b). Produksi perikanan tangkap di perairan umum menurut komoditas utama, 2024. Badan Pusat Statistik.

Badan Pusat Statistik. (2026c). Volume produksi dan nilai produksi perikanan tangkap menurut provinsi dan jenis penangkapan, 2024. Badan Pusat Statistik.

Badan Pusat Statistik Provinsi Riau. (2023a). Volume produksi dan nilai produksi perikanan budidaya menurut kabupaten/kota dan komoditas utama di Provinsi Riau. Badan Pusat Statistik Provinsi Riau.

Badan Pusat Statistik Provinsi Riau. (2023b). Volume produksi dan nilai produksi perikanan tangkap di laut menurut kabupaten/kota dan komoditas utama di Provinsi Riau. Badan Pusat Statistik Provinsi Riau.

Badan Pusat Statistik Provinsi Riau. (2025). Produksi dan nilai produksi perikanan tangkap menurut kabupaten/kota dan komoditas utama di Provinsi Riau, 2024. Badan Pusat Statistik Provinsi Riau.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Riau. (2025). Kompilasi data statistik kelautan dan perikanan Provinsi Riau tahun 2024. Pemerintah Provinsi Riau.

Food and Agriculture Organization of the United Nations. (2024). The state of world fisheries and aquaculture 2024: Blue transformation in action. FAO. https://doi.org/10.4060/cd0683en

Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. (2024). Buku capaian kinerja KKP 2024. Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.

Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. (2025). Rencana strategis Kementerian Kelautan dan Perikanan 2025–2029. Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.

Langford, A., Zhang, J., Waldron, S., Julianto, B., Siradjuddin, I., Neish, I., & Nuryartono, N. (2022). Price analysis of the Indonesian carrageenan seaweed industry. Aquaculture, 550, 737828. https://doi.org/10.1016/j.aquaculture.2021.737828

Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. SAGE Publications.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Muflikh, Y. N., Permani, R., Nuryartono, N., Pasaribu, S. H., Julianto, B. S., Sjahruddin, F., Kusnadi, N., & Aziz, A. A. (2024). Building stakeholders’ mutual understanding of seaweed sustainability in Indonesia: A group model building approach. Marine Policy, 166, 106283. https://doi.org/10.1016/j.marpol.2024.106283

Patton, M. Q. (2015). Qualitative research & evaluation methods: Integrating theory and practice (4th ed.). SAGE Publications.

van Duijn, A. P., Beukers, R., & van der Pijl, W. (2012). The Indonesian seafood sector: A value chain analysis. Centre for the Promotion of Imports from Developing Countries (CBI).

Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). SAGE Publications.

Zamroni, A., Yusuf, R., & Apriliani, T. (2022). Rantai pasok dan logistik udang vaname di daerah produksi di Indonesia. Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 17(2), 163–178.